cek fakta Putri Ariani kolaborasi dengan Anang Hermansyah dan Krisdayanti (YouTube/Trend 7 Official)
Glow.matamata.com - Beredar kabar Putri Ariani hadir dalam konser musik bertajuk 'Konser Semesta' yang digelar pada Sabtu (5/8/2023) kemarin.
Putri Ariani dikabarkan berkolaborasi menyanyikan sebuah lagu dengan Anang Hermansyah dan Krisdayanyi dalam kesempatan tersebut.
Kabar Putri Ariani kolaborasi dengan Anang Hermansyah dan Krisdayanti ini disebarkan oleh kanal YouTube Trend 7 Official pada Senin (7/8/2023).
Dengan mendulang atensi sebanyak 448 ribu jumlah tayangan, berikut adalah narasi yang disebarkan oleh kanal YouTube Trend 7 Official.
"Jutaan orang histeris saat menyaksikan Putri Ariani berduet dengan Anang dan Krisdayanti," bunyi keterangan yang disertakan.
Akan tetapi, benarkah Putri Ariani kolaborasi dengan Anang Hermansyah dan Krisdayanti di 'Konser Semesta' hingga membuat jutaan orang histeris?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran tim Matamata.com pada Selasa (8/8/2023), tidak ada jejak digital maupun riwayat Putri Ariani tampil dalam acara 'Konser Semesta' yang digelar di JIEXPO Convention Centre & Theater, Kemayoran.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Krisdayanti hanya duet bersama Anang Hermansyah membawakan lagu berjudul 'Cinta'.
Oleh karena itu, narasi yang menyebutkan Putri Ariani kolaborasi dengan Anang Hermansyah dan Krisdayanti dalam 'Konser Semesta' menjadi tidak valid.
Pasca disimak hingga akhir, video berdurasi 4 menit 47 detik tersebut tidak memiliki narasi yang relevan dengan fakta maupun data yang ada.
Baca Juga: Kris Dayanti Bikin Gempar Duet Bareng Anang Hermansyah: Ashanty dan Raul Lemos Merinding Denger Ini
Foto Putri Ariani, Anang Hermansyah, dan Krisdayanti yang digunakan dalam bagian thumbnail merupakan editan semata untuk kepentingan mendukung klaim judul dan mendulang traffic.
KESIMPULAN
Dengan demikian, narasi yang menyebut Putri Ariani kolaborasi dengan Anang Hermansyah dan Krisdayanti adalah keliru alias hoaks.
Konten video yang diunggah oleh kanal YouTube Trend 7 Official tersebut masuk ke dalam kategori konten palsu alias fabricated content. Konten tersebut diciptakan 100 persen untuk mengelabui penerima.