Meiko Chan | MataMata.com
Rachel Vennya dan Salim Nauderer ((Instagram/rachelvennya))

Glow.matamata.com - Rachel Vennya bersama teman-teman perempuannya mencoba liburan di sebuah vila mewah di Uluwatu, Bali.

Namun, tak disangka perlakuan pemilik vila ternyata jauh dari kata ramah. Rachel dan teman-temannya itu malah diusir gara-gara perkara bawa Popmie.

Menurut Rachel dalam unggahan di akun Instagram, dirinya menyewa vila yang ada dapurnya, tapi untuk memakai dapur ternyata harus bayar.

"Book private villa yang ada kitchen, tapi ternyata kalau kitchennya mau dipake harus bayar," tulis Rachel Vennya, seperti dibagikan akun Instagram @folkshitt.

"Terus jam segini laper, gak tahunya dikunci semua toolsnya jadi gak bisa masak (mungkin karena harus dibayar)," sambung dia.

"Malah dimarahin karena gak nanya dulu, pas komplain katanya gue gak pernah tidur di luxury villa cenah, serah lo deh bang semoga besok gak ada drama yah," tulis Rachel.

Kemudian, Rachel membagikan dirinya makan mie yang masih dalam kemasan plastik karena perutnya sudah kelaparan.

"Gak apa-apa deh yang penting makan, mau gjek udah kejauhan dan udah pada tutup karena aku di Uluwatu," tulisnya.

Rachel Vennya bersama pacarnya, Salim Nauderer (sumber: (Instagram/rachelvennya))

Dia juga curhat di media sosial kalau dia sudah berada di titik terendah. Namun, Rachel justru menikmati makan mi seadanya.

"Udah dititik terendah banget ini. Tapi enak banget sih jujur,"

Rachel juga membagikan video testimoni usai diusir dari vila bersama teman-teman perempuannya saat masih di dalam mobil.

"Gaes ternyata drama semalem berlanjut, dan ujung-ujungnya kita cabut dari itu villa, waw," kata dia.

"Walaupun di Nihiwatu (resort di Sumba) kita makan pop mie, tapi pernah bang gw di luxury villa bang, walaupun muka gue kelihatan gak pernah ya," sambil tertawa. 

Rachel juga membagikan pernyataan pemilik vila yang dikirim lewat WhatsApp. Menurut pemilik vila itu, pihaknya tidak berurusan dengan orang yang ingin liburan murah di Bali.

"Kami tidak berurusan dengan orang yang membawa semuanya sendiri dan menginginkan liburan murah di Bali," tulis si pemilik vila.

"Kami mendapatkan klien yang menginginkan pengalaman," sambung dia. (*)